By T. Safaria -
Marah bisa berarti sehat, bahkan lebih sehat ketimbang memendam perasaan marah (anger in), keseringan menahan marah tidak dianjurkan karena justru beresiko terserang penyakit. Kunci untuk marah yang sehat adalah pengendalian marah (anger control) dan dengan porsi yang tidak berlebihan, tanpa itu semua marah justru menjadi bumerang, karena orang yang marahnya tidak terkendali, dan selalu mengungkapkan kemarahannya dengan meledak - ledak, meluap - luap (anger out), berpeluang terserang sakit 2 x lebih besar dibandingkan dengan yang dapat mengendalikan marahnya.
Ciri - ciri seseorang marah dapat dilihat pada wajah, pada lidah, pada anggota tubuh dan pada hati.
Cara paling efektif untuk mengelola kemarahan adalah dengan mengungkapkannya dan mengkomunikasikannya secara verbal dan asertif. Jika anda marah pada tindakan seseorang, cukup katakan bahwa anda marah dengan apa yang dilakukannya.
Sadur dari Manajemen Emosi
Marah bisa berarti sehat, bahkan lebih sehat ketimbang memendam perasaan marah (anger in), keseringan menahan marah tidak dianjurkan karena justru beresiko terserang penyakit. Kunci untuk marah yang sehat adalah pengendalian marah (anger control) dan dengan porsi yang tidak berlebihan, tanpa itu semua marah justru menjadi bumerang, karena orang yang marahnya tidak terkendali, dan selalu mengungkapkan kemarahannya dengan meledak - ledak, meluap - luap (anger out), berpeluang terserang sakit 2 x lebih besar dibandingkan dengan yang dapat mengendalikan marahnya.
Ciri - ciri seseorang marah dapat dilihat pada wajah, pada lidah, pada anggota tubuh dan pada hati.
Cara paling efektif untuk mengelola kemarahan adalah dengan mengungkapkannya dan mengkomunikasikannya secara verbal dan asertif. Jika anda marah pada tindakan seseorang, cukup katakan bahwa anda marah dengan apa yang dilakukannya.
Sadur dari Manajemen Emosi
| Al Mansoura St, Doha Qatar (Andi-Math's collection pics) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar