Laman

Kamis, 26 November 2015

(cerita) JAGA JARAK = JAGA HATI


by : Mathilda Soleh

"Kenapa selalu ada orang buruk disekitar kita, jawabannya cuma 1. Agar kita yang baik ini selalu terlihat baik".

Dulu saya selalu berkutat dengan 1 kalimat dipikiran saya, "selalu ada saja orang jahat, berhati busuk, senang menfitnah, ghibah, senang menyakiti hati orang lain, suka menusuk dari belakang dan bermuka 2" . Terkadang tulus saja tidak pernah cukup untuk orang - orang seperti itu. Mereka serakah dan selalu memandang negatif pada setiap hal.  Pepatah Air Susu Dibalas Air Tuba itu, benar adanya. Meski saya bingung juga , "Air Tuba itu seperti apa ?".


Tidak perlu memaksakan orang lain untuk bisa menyukai kita, namun kita juga tidak perlu mengikuti apapun yang orang lain mau. Apa hak mereka memaksakan semua kemauanya ? Tidak ada. Mereka berhak menyakiti siapapun karena itu memang kesukaan mereka. Namun kita sebagai manusia baik, berkewajiban memaafkan mereka DAN berhak untuk tidak pernah melupakan apapun hal buruk yang telah dilakukannya. Ibarat piring yang sudah di pecahkan ke lantai, mungkin kita bisa mengambilnya lagi, meng-lem nya lagi hingga piring itu terbentuk lagi. Tetapi wujudnya tak pernah lagi sama. Akan terlihat bekas retakannya, tergaris garis sana sini.

Begitulah manusia, begitulah perilakunya. Dengan hati lapang dada, manusia bijak bisa memaafkan kesalahan orang lain. Namun sebagai manusia cerdas, bukan berarti melupakan semua yang telah dilakukannya.


Ibu saya yang berpesan, "maafkanlah orang - orang yang telah menyakiti hati kita. Jangan biarkan hati kita menjadi hitam seperti mereka yang telah menyakiti hati ini. Namun ingat, setelah itu jaga jaraklah dengan mereka. Jaga hatimu kembali. Tidak perlu membalas, karena bukan tugas kita membalas perilaku mereka yang telah jahat dan kejam. Ada Tuhan, Allah SWT yang Maha Melihat dari semua kedzoliman yang terjadi, DIA yang akan menghukumnya dan  mereka merasakan akibatnya. Dan jangan pula memusingkan orang - orang yang jelas - jelas tidak beriman."


Hmm, saya setuju sekali. Membiarkan hati kita tersakiti (lagi) setelah memaafkan mereka, itu seperti keledai. Tidak perlu menjadi keledai untuk orang orang berjiwa sehat dan berpikir waras. Cukup mereka saja yang menjadi keledai karena tidak pernah dan tidak mau belajar dari kesalahannya.


Semakin tinggi pohon semakin tinggi juga angin yang meniupnya. Jangan bersedih, justru harus bersenang, karena tandanya kita ini adalah figur yang mereka idolakan tanpa mereka sadari, karena setiap saat mereka selalu memikirkan kita. Tetapi kita, tidak perlu memikirkan mereka lagi. Kalau perlu selamanya. Just remove negative people from our life. Aura negatif selamanya akan menjadi negatif selama tidak ada keinginan untuk menuju aura positif. 


Itu benar sekali lagi.... Ah, jadi tetaplah menjadi pribadi yang baik, pribadi dengan pikiran positif dan jiwa yang sehat. Jadi, jaga jarak dengan orang - orang yang memang "tidak penting", itu mutlak.

 
(Extramadness.com collection pic)

Tidak ada komentar: