Laman

Selasa, 02 Oktober 2012

(cerita) LINKENDIN

Tempe (Indonesia Traditional Food)

Since tempe (in Qatar)'s too expensive then we decided to make it. Here's the way how to make Tempe (the most Indonesian traditional food) - the fermented soy bean.

-good luck-




Siapkan kedelai mentah

Cuci bersih berkali - kali, lalu rendam di dalam baskom besar dan biarkan semalaman

Setelah di rendam 1 malam, akan membesar seperti ini

Cuci bersih kembali sambil dibuang kulit luar kedelai

Rebus kedelai

Hingga keluar busa, lalu matikan api

Tiriskan kedelai dari airnya, lalu keringkan kedelai diatas api sambil diaduk agar tidak gosong

(untuk lebih kering kedelai) - kedelai di jemur hingga benar benar kering

Setelah di jemur, diamkan kedelai dahulu

Siapkan ragi

Takar ragi

Campurkan ragi ke kedelai

Aduk rata

Siapkan pembungkus tempe dan tusuk gigi

Masukkan 2/3 kedelai dan tusuk - tusuk bungkusnya untuk memberikan udara kedalamnya

Hasil kedelai yang sudah disimpan selama 2 hari di tempat kering dan tertutup

Tempe berupa bungkusan plastik

Tempe terasa hangat dan bagus

Siap diolah

(cooking) Indonesian Tofu (Tahu Indonesia)

After successful made Tempe, then we explore to make Tahu. Please enjoy your new recipe how to make Tahu. Yummy....

Siapkan kedelai mentah
Cuci bersih kedelai mentah, lalu rendam semalaman di dalam baskom besar
Setelah semalam, akan membesar seperti ini
Blender kedelai dengan perbandingan kedelai - air : 1/3, lalu saring susu kedelai
Hasil saringan kedelai menjadi susu kedelai. Tambahkan garam lalu rebus
Aduk aduk susu kedelai searah sampai mulai berbuih tapi jangan sampai mendidih. Lalu matikan api
Setelah 15 menit didiamkan, susu kedelai di beri asam. Bisa berupa perasan jeruk lemon atau cuka
Setelah terpisah antara gumpalan tahu dan airnya,masukkan kedalam baskom berlubang yg dilapisin kain
Tutup rapat dengan kain pembungkus, dan tindih dengan benda berat diatasnya. Biarkan min 5 jam
Tahu siap diolah

(poem) BAYI LELAKIKU

by : Mathilda Soleh

Hup Hola Hola Hola Hola
Aku Berguling guling
Menghampiri Bundaku
Yang Menungguku Diseberang Langkahku

Tra Lalalalala Looop
Memandang Kanan Memandang Kiri
Aku Bingung
Mengapa Ada Jari Di Tangan Kakiku

Nyap Nyaaaammmm
Perutku Kenyang Aku Mengantuk
Mengapa Makananku Enak Sekali
Huh, Aku Banyak Makan

Dabidu Dabidu Dabidu
Mainanku Banyak Sekali
Aku Ingin Mengigitnya
Gusi Ini Gatal Sekali
Ah, Gigiku Kapan Tibanya

Mamamamama, Papapapapapa
Aku Riang Gembira
Mari Bermain Main Denganku
Aku Menunggu Disini
.....

"Dedicated To Lovely My Dearest, kids


Note : Wrote on July 3, 2008 

Keraton Surakarta, Solo (Andi-Math's collection pics)

(poem) MEREKA

by : Mathilda Soleh

 
Aku, Manusia Tidak Sempurna
Aku, Sangat Biasa
Hanya Seorang Diri Yang Menunggu Cinta

Dia, Sempurna Dari Sudut Mataku
Dia, Lebih Dari Biasa
Datang Dengan Segenap Cinta

Kami, Bersama, Setidaknya Hingga Detik Ini
Kami, Ingin Lebih Berharap
Ketika Aku, Dia Dan Mereka Ada Kemudian

Ternyata Cinta Semakin Menyatukan Kami
Menjadi Aku, Dia Dan Mereka, Our Kids


Note : Wrote on June 25, 2008 


(Andi-Math's collection pics)

(poem) IN THE NAME OF LOVE

by : Mathilda Soleh
 
Lengkap Hidup Ini
Dikala Separuh Jiwa Bertemu Dengannya
Lengkap Kebahagiaan Ini
Ketika Cinta Telah Melabuhkan Pada Pernikahan

Pernikahan Yang Terjadi Sekali Dalam Hidup
Menentramkan Insan Sebagai Makhluk-Mu
Pernikahan Yang Mengajarkan Tentang Makna Sejati
Untuk Tumbuh Kesetiaan dan Ketulusan

Aku dan Dia Mungkin Bukan Manusia Yang Sempurna
Sebagai Suami dan Istri, Seperti Muhammad S.A.W dan Khadija
Namun Pernikahan Mengajarkan Kami
Menjadi Sepasang Kekasih Yang Rukun

Cinta Tak Diajarkan Dari Dongeng dan Lembaran-lembaran Buku
Tapi Biarkan Pernikahan ini Menjadi Bukti
Atas Rahmat Yang Telah Allah Berikan
“Pernikahan Atas Nama Cinta”

Note : Wrote on July 27, 2007


(Andi-Math's collection pics)

(poem) ROSE

by : Mathilda Soleh
 
Lihat,
Bunga Itu Cantik
Tapi Tajam
Dengan Duri Di Tangkainya
Runcing, Kecil Dan Menyakitkan

Bunga Indah Dengan Merah Dikelopaknya
Warna Yang Sama Dengan Dirimu
Hasrat, Cinta Dan Kekuatan

Aku Tidak Pernah Mengerti
Mengapa Kau Menginginkannya
Aku Juga Tak Ingin Memahami
Mengapa Kau Ingin Aku Mengambilnya

Bunga
Yang Tumbuh Diantara Ilalang Liar
Tapi
Justru Bunga Itu Memberi Warna
Bagi Sekelilingnya
Yang Gersang Karena Tiupan Angin

Biarkan Bunga Itu Tetap Tumbuh
Seperti Saat Ini
Karena
Bunga Itu Istimewa....


Bosporus, Turkey (Andi-Math's collection pics)

(berbagi) SUMMER IN DOHA

By :  Mathilda Soleh


Biasanya di bulan Mei, suhu hanya hanya kisaran 30 - 40 C, Tetapi di tahun ini (2012), bulan mei, suhu sudah mencapai 51 Derajat Celcius. Semoga di bulan Juli nanti, disaat umat muslim berpuasa, udara sudah akan menurun kembali. Allah SWT Maha Adil dan Mengetahui segalanya....

Doha, Februari 10, 2012

Summer in Doha (Andi-Math's collection pics)

(poem) KATA TERAKHIR

by : Mathilda Soleh
 
For a while.....
We look at each other
Without speak just thinking of this fate


You clasped your hands....
Restrained your desire
With a thousand feeling that can't be explained

Silent....
I touched your hands
Face become ashen and think
How could this heart be cold ?

Please....
Stop to look at me
Just say a word
Stop to clenched your jaw
Just tell me even one word
 

But then
I said for a last word

Please, go

Research, Jakarta (Andi-Math's collection pics)


(poem) BEST FRIEND' S WEDDING

by : Mathilda Soleh (in memorial)

Kamis, July 30 1993

13 Tahun Yang Lalu....
Sepasang Sahabat Bertemu
Dengan Satu Keinginan Yang Ingin Terwujud
Berangan-angan Menikah Dengan Seseorang
Yang Menyayangi Dengan Tulus

13 Tahun Yang Lalu....
Sepasang Sahabat Saling Bertanya
Dengan Satu Harapan,
"Mengapa Kita Sangat Cocok ?"
Dia Menjawab

"Karena Kita Adalah Sulung Dan Bungsu Yang Saling Melengkapi"
 

Pertanyaan Lain
"Bilamana Akan Menikah Nanti, Haruskan Sulung Mencari Bungsu, Dan Sebaliknya ?"
Kembali Dia Berujar,
"Ya Benar, Ibarat Panci Dan Tutupnya, Klop...!!"

Kemudian Pada Minggu itu 27 August 2006
Suatu Tempat Di Tepi Kota Jakarta Pukul 07.30
Sahabatku Menikah Dengan Lelaki Bungsu
Dari Pertemuan Yang Diawali
Karena Sebuah Reuni Sekolah

Seribu Rasa Dan Harapan Singgah Di Hati
Seribu Kalimat Bernaung Di Pikiran Ini.....
Ketika
Aku Melihat Ijab-Kabulmu

Hari ini
Aku Membuktikan Ucapan Itu....
Kau, Sahabatku, Si Sulung Mendahuluiku Menikah
Dengan Bungsu Yang Menyayangimu

Selamat Menempuh Hidup Baru
Sahabat
Semoga Kebahagiaan Yang Kau Rasakan
Akan Datang Padaku Juga
Suatu Saat Nanti


Wrote on August 28, 2006


Mekkah, KSA (Andi-Math's collection pics)




(poem) SURAT UNTUK BUNDA


by : Mathilda Soleh

Bunda.....
Apakah Ini Yang Kau Maksud Dengan Cinta ?
Yang Pernah Kau Rasakan Juga Tentang Getaran Hati ?
Tentang Seseorang Dalam Jiwa


Bunda....
Ya, Dapat Kurasakan Semuanya
Aku Tahu Cinta, Rindu Dan Luka

Bahagia Dengan Cinta
Riang Dengan Degung Jantung Yang Bergetar
Sungguh
Tak Mampu Diukir Dengan Kalimat
Ketika Rasa Cinta Itu Datang

Namun,

Bunda....
Tetapi Kenapa Tidak Kau Katakan Padaku
Bila Cinta itu Ternyata Tak Harus MemilIki
Tahukan Kau, Bunda
Aku Terluka. Sangat Terluka

Katakan Alasannya Bunda,
Kenapa Luka Itu Menghampiriku ?
Kenapa Luka Itu Ingin Aku Menderita ?

Bunda....
Aku Benci Cinta
Tolong Bunda, Jangan Paksa Aku Mencinta Lagi
Cinta Telah membawaku Seakan Ke Langit Tujuh
Tetapi Karena Cinta Juga Yang Membawaku Ke Dasar Bumi
 

Tak Kuasa Menahan Rasa Sedih Ini
Hatiku Hancur
Lebih Yang Kau Bayangkan, Bunda...
Aku Telah Memberi Cinta Itu Lebih Dari Yang Kau Katakan...

Bunda….
Kini....
Aku Hanya Memiliki 10 % Sisa Cinta 

Sisa Yang Untuk Diriku Sendiri...
Agar Aku Dapat Bertahan....
Diantara Kesedihan Ini, Bunda.....

”memorable moment”





West Bay, Doha Qatar (Andi-Math's collection pics)

(poem) YANG PERNAH ADA

by : Mathilda Soleh


Dan Tahukah Kau....
Bila Rasa Itu Tetap Ada
Cinta Yang Menurutmu Tak Seharusnya Ada
Harapan Menyiksa Hingga Tak Mampu di Hapus
Jangan Menghindar dan Menghilang....

Jangan Minta Aku Melupakannya
Meski Kau Ingin Menyangkalnya
Karena Aku Tidak Ingin Berbohong
Menyangkal Seakan Kisah Kita....

Tidak Pernah Ada
Hanya Sepenggal Kejujuran Diri
Bahwa
Cinta Ini Pernah Ada
Dulu.....


Crazy Signal st, Doha Qatar (Andi-Math's collection pics)

(poem) LEPAS


By : Mathilda Soleh

Beberapa Tahun Lalu Kita Bertemu
Dalam Suatu Rangkaian Inti Terbentuk
Kita Jatuh Cinta Pandangan Pertama
Kau, Menjagaku Lebih Dari Siapapun
Mencariku Ketika Aku Ditinggalkan
Dan....
Melindungiku Ketika Aku Tak Berdaya
Diri Ini Menjadi Tergantung Padamu....

Rasa Ini Tertahan Tuk Tidak Lebih Dari Sekadar Teman 

Mempercayai Bila Persahabatan Ini Tak Boleh Dirusak Oleh Cinta
Takut.... 
Mengubur Rasa Ini Ke Dalam Bumi

Waktu Ke Waktu
Sikapmu Berubah....
Kau Sering Datang Sekejab Dan Lalu Kau Pergi Tanpa Kabar
Aku Menunggumu Tuk "Meraihku"
Namun Kau Terlalu Penakut, Kau Mencintaiku

Dan Kau Berusaha Untuk Lari Dari Perasaanmu
Kau Berusaha Memunafikan Perasaanmu

Aku Tidak Ingin Terbelenggu Dengan Harapan Kosong
Kekasihku Datang
Dengan Penuh Cinta Untukku

Dia Melihat Ketulusanku Untuk Bangkit
Lalu...
Tiba-tiba Kau Kembali Setelah Aku Lelah Menunggu
Sia-Sia, Kau Lamban Seperti Keledai

Ungkapkan Rasa Ketika Aku Telah Terikat
Sejuta Rasa Bercampur Menjadi Satu

Katakan Padaku, Apa Ini Takdir ?
Takdir Bahwa Kau Bukan Untukku
Kenapa Tuhan Melakukan Ini Padaku ?
Bukan Karena Aku Tidak Sempurna Tuk Menjadi Milikmu
Tetapi
Memang Bukan Kau Yang Mampu Menghadapiku


Aku Rasa Ini Adil Adil
Hatiku Tercabik Sesaat, Namun Aku Yakin Kemudian
Kau Terlalu Takut Tuk "Meraihku"
Katakan Siapa Yang Bodoh Diantara Kita ?
Aku, Yang Lelah Menilai Sikapmu
Atau
Kau, Dengan Membiarkan Cinta Ini Pergi Begitu Saja
Tahukah Kau,
Cinta Butuh Perjuanganmu
Bukan Hanya Terpaku Saja Dalam Keheningan
Untuk Kau Dapat Mengenal Diriku Lebih Dekat....

Putus Asa Kehilangan Harapan Memilikimu ?
Sedih Karena Kegengsian Menyakiti Hati ?

Atau
Aku Harus Bersyukur ??

Ya,
Karena Dirimu Tuhan Memberikan Jawaban TerbaikNya 

Aku Memilih Dia 
Laki-laki Lain
Karena Aku Yakin, Dia Yang Terbaik 

Bukan Kau.....

.....dedicated to someone who once loved me and was loved in return.....

Ohio, USA (Andi-Math's collection pics)