Laman

Sabtu, 23 Januari 2016

(cerita) REZEKI PADA HARI INI

By:  Mathilda Soleh 

Sabtu pagi,saya kedatangan tamu. Tetangga mengajak saya untuk turut menjenguk tetangga lain yang sedang musibah sakit. Akhirnya kami menjenguk di rumahnya. 

Ketika baru saja masuk rumah, tiba tiba saya kedatangan tamu lagi. Kali ini ibu RT dan seorang ibu lainnya. Setelah beramah tamah dan mengucapkan permintaan maaf karena tidak sempat menjenguk saya waktu di RS, mereka kemudian memberikan amplop. Isinya adalah urunan dari para tetangga. Saya takjub dan tidak menyangka, bersuka cita. Bukan soal jumlahnya tetapi atensi yang mereka wujudkan.Siapa sangka, beberapa hari yang lalu saya terbaring di RS, kemudian bersabar untuk harus rawat jalan setelahnya, dan setelahnya Tuhan memberikan saya rezeki berturut - turut. 

Dimulai dari hadiah yang diberikan oleh suami, kemudian bingkisan dari teman dan urunan dari para tetangga. Saya sama sekali tidak memandang berapa jumlah yang sudah mereka keluarkan untuk saya, namun saya melihat dari ketulusan hati mereka. Itu yang terpenting.
Saya percaya bahwa sedikit kebaikan yang kita berikan pada orang lain, akan menorehkan seribu doa dibalik itu. Mungkin ketika kita melakukan hal baik meski kecil saja effort yang dilakukannya, namun ternyata memberikan banyak dampak positif setelahnya. 

Kemudian saya terpikir, bagaimana kalau seandainya kita melakukan banyak hal yang melukai hati orang ?  Atau melukai hati saudara kita sendiri atau keluarga atau orang-orang disekeliling ini ? Jangankan perhatian, memikirkan mereka yang sudah melukai diri kita saja, rasanya malas. Setiap moment, selalu ada yang saya petik hikmahnya , baik atau buruk. 
Sekali lagi, terima kasih Tuhan dengan yang Kau berikan pada saya, dalam bentuk apapun juga, karena itu semua ada rizqi dari Engkau.....

Medio Januari 2016

(Andi-Math's collection pics)

Sabtu, 09 Januari 2016

(inspirasi) UNTUK SUAMI DAN ISTERI

NASEHAT KHUSUS UNTUK SUAMI 

Wahai para suami !
1. Apa yang memberatkanmu, wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu ketika masuk menemuinya, agar engkau memperoleh ganjaran dari Allah Ta'ala ?
2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah ketika melihat istri dan anak-anakmu, padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya ?
3. Apa sulitnya apabila engkau masuk ke rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,” agar engkau memperoleh tiga puluh kebaikan ?
4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmu tersebut agak sedikit dipaksakan ?
5. Apakah menyusahkanmu, wahai hamba Allah, jika engkau berdo’a: “Ya Allah. Perbaikilah istriku, dan curahkan keberkahan padanya ?”
6. Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut merupakan sedekah ?
7. Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu ketika engkau pulang dari safar ?
8. Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca al-Qur-an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majlis ta’lim (majelis ilmu) yang mengajarkan al-Qur-an dan as-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat.
9. Tahukah engkau wahai hamba Allah, bahwa jima’ (ber­setubuh) akan mendatangkan ganjaran dari Allah ? Bahkan Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :
(( مِنْ أَمَاثِلِ أَعْمَالِكُمْ إِتْيَانُ الْحَلَالِ – يَعْنِى النِّسَاءَ. ))
Di antara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan istri-istri kalian.”
[Hadits shahih: diriwayatkan oleh Ahmad (IV/231), Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ (II/26, no. 1391), dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (XXII, no. 848). Lihat: Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 441)]

NASIHAT KHUSUS UNTUK ISTRI 

Wahai para istri !
1. Apakah yang menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum manis ?
2. Beratkah bagimu untuk menghilangkan debu di wajah, kepala, dan pakaian suamimu kemudian engkau men­ciumnya?
3. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi Allah Ta'ala. Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian. Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan cemberut di hadapannya.
4.  Janganlah engkau melembutkan suaramu kepada laki-laki yang bukan mahram sehingga terfitnahlah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, sehingga ia berprasangka buruk kepadamu.
5. Jadilah seorang istri yang memiliki sifat lapang dada, tenang, dan selalu ingat kepada Allah di dalam segala keadaan.
6. Ringankanlah segala beban suami, baik berupa musibah, luka, dan kesedihan.
7.  Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu dengan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil; serta perbanyaklah membaca al-Qur-an, khususnya surat Al-Baqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaitan !
8. Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfak; serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaturahim.
9.  Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu, dan semua kaum Muslimin; serta berdo’alah selalu agar diberikan keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat; dan ketahuilah bahwa Rabbmu Maha Mendengar do’a. Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
 “Dan Rabb kalian berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untuk kalian ....” (QS. Al-Mu’min [40]: 60)
10.  Bersihkanlah rumahmu dari segala gambar-gambar makhluk hidup, alat-alat yang melalaikan, dan segala sesuatu yang dapat merusak.
Diringkas dari Fiqhut Ta’aamul Baina az-Zaujaini wa Qabasat min Baitin Nubuwwah (hlm. 107-112) karya Abu ‘Abdillah Mushthafa bin al-‘Adawi, cet I/Darul Qasim, dengan sedikit tambahan dari penulis.

Sumber :
Panduan Keluarga Sakinah hlm 229 - 233 Cet. VIII / Jan 2012.
Penulis Yazid Abdul Qadir Jawas. Penerbit PUSTAKA IMAM ASY-SYAFI'I Jakarta.

Cincinnati Museum, USA (Andi-Math's collection pics)

Kamis, 07 Januari 2016

(cerita) GROWING OLD WITH YOU

by : Mathilda Soleh

January 7, 2007 - January 7, 2017

Menemani kamu selama 15 tahun dengan jatuh bangun didalamnya. 5 tahun jadi teman dekat, putus nyambung kayak kacang goreng. Menunggu sampai saya lulus sarjana, ngajarin saya statistik, bantuin ngerjain paper - paper kuliah dan ngasih laptop waktu saya, dan bantui skripsi juga. Nolongi saya berkali-kali ketika terkapar di kos karena lelahnya kerja di tanjung priok, kuliah di depok, dan les di kalibata. 

Lalu 2007 menikah. 2013 kamu meminta saya berhenti bekerja ketika kamu tahu saya mengandung Maira namun dengan senang hati kamu mengijinkan saya kuliah kembali hanya 40 hari setelah melahirkan Maira. Meski kemudian kamu ga bantuin saya lagi ngerjain paper-paper kuliah seperti dulu karena kamu semakin sibuk tapi kamu memberikan ijin ketika cuti kuliah . Saya sangat lelah sejak kepindahan kita dari Qatar berpindah terus hingga akhirnya kembali menetap dirumah ini. 

Tidak mudah memang menjadi bagian dari hidupmu. Tetapi kamu berhasil menjadikan saya, mandiri, sangat kuat dan tidak cengeng. Kamu membebaskan saya untuk meraih apapun yang saya mau. Kamu tidak mengekang aktifitas saya. Kamu justru memberikan dukungan selama tugas saya sebagai ibu dan istri tetap pada path-nya. Jodoh sudah diatur, karena mungkin orang yang seperti kamulah yang saya butuhkan. Pernikahan yang kita jalanin memang tidak selamanya mudah, selalu ada kerikil - kerikil kecil, tetapi memang tidak ada pernikahan yang sempurna. Tapi kita memang kompak berkomitmen buat terus berusaha memperbaiki diri setiap harinya. Banyak hal positif yang kamu ajarkan pada saya, ada begitu banyak kenangan indah yang dilalui bersama. Saya tidak pungkiri itu, dan anak - anak kita adalah buktinya....

Wefie (Andi-Math's collection pics)