By: Mathilda Soleh
Sabtu pagi,saya kedatangan tamu. Tetangga mengajak saya untuk turut menjenguk tetangga lain yang sedang musibah sakit. Akhirnya kami menjenguk di rumahnya.
Ketika baru saja masuk rumah, tiba tiba saya kedatangan tamu lagi. Kali ini ibu RT dan seorang ibu lainnya. Setelah beramah tamah dan mengucapkan permintaan maaf karena tidak sempat menjenguk saya waktu di RS, mereka kemudian memberikan amplop. Isinya adalah urunan dari para tetangga. Saya takjub dan tidak menyangka, bersuka cita. Bukan soal jumlahnya tetapi atensi yang mereka wujudkan.Siapa sangka, beberapa hari yang lalu saya terbaring di RS, kemudian bersabar untuk harus rawat jalan setelahnya, dan setelahnya Tuhan memberikan saya rezeki berturut - turut.
Dimulai dari hadiah yang diberikan oleh suami, kemudian bingkisan dari teman dan urunan dari para tetangga. Saya sama sekali tidak memandang berapa jumlah yang sudah mereka keluarkan untuk saya, namun saya melihat dari ketulusan hati mereka. Itu yang terpenting.
Saya percaya bahwa sedikit kebaikan yang kita berikan pada orang lain, akan menorehkan seribu doa dibalik itu. Mungkin ketika kita melakukan hal baik meski kecil saja effort yang dilakukannya, namun ternyata memberikan banyak dampak positif setelahnya.
Kemudian saya terpikir, bagaimana kalau seandainya kita melakukan banyak hal yang melukai hati orang ? Atau melukai hati saudara kita sendiri atau keluarga atau orang-orang disekeliling ini ? Jangankan perhatian, memikirkan mereka yang sudah melukai diri kita saja, rasanya malas. Setiap moment, selalu ada yang saya petik hikmahnya , baik atau buruk.
Sekali lagi, terima kasih Tuhan dengan yang Kau berikan pada saya, dalam bentuk apapun juga, karena itu semua ada rizqi dari Engkau.....
Medio Januari 2016
![]() |
| (Andi-Math's collection pics) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar