by : Mathilda Soleh
January 7, 2007 - January 7, 2017
January 7, 2007 - January 7, 2017
Menemani kamu selama 15 tahun dengan jatuh bangun didalamnya. 5 tahun jadi teman dekat, putus nyambung kayak kacang goreng. Menunggu sampai saya lulus sarjana, ngajarin saya statistik, bantuin ngerjain paper - paper kuliah dan ngasih laptop waktu saya, dan bantui skripsi juga. Nolongi saya berkali-kali ketika terkapar di kos karena lelahnya kerja di tanjung priok, kuliah di depok, dan les di kalibata.
Lalu 2007 menikah. 2013 kamu meminta saya berhenti bekerja ketika kamu tahu saya mengandung Maira namun dengan senang hati kamu mengijinkan saya kuliah kembali hanya 40 hari setelah melahirkan Maira. Meski kemudian kamu ga bantuin saya lagi ngerjain paper-paper kuliah seperti dulu karena kamu semakin sibuk tapi kamu memberikan ijin ketika cuti kuliah . Saya sangat lelah sejak kepindahan kita dari Qatar berpindah terus hingga akhirnya kembali menetap dirumah ini.
Tidak mudah memang menjadi bagian dari hidupmu. Tetapi kamu berhasil menjadikan saya, mandiri, sangat kuat dan tidak cengeng. Kamu membebaskan saya untuk meraih apapun yang saya mau. Kamu tidak mengekang aktifitas saya. Kamu justru memberikan dukungan selama tugas saya sebagai ibu dan istri tetap pada path-nya. Jodoh sudah diatur, karena mungkin orang yang seperti kamulah yang saya butuhkan. Pernikahan yang kita jalanin memang tidak selamanya mudah, selalu ada kerikil - kerikil kecil, tetapi memang tidak ada pernikahan yang sempurna. Tapi kita memang kompak berkomitmen buat terus berusaha memperbaiki diri setiap harinya. Banyak hal positif yang kamu ajarkan pada saya, ada begitu banyak kenangan indah yang dilalui bersama. Saya tidak pungkiri itu, dan anak - anak kita adalah buktinya....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar