Laman

Kamis, 26 November 2015

(cerita) BELAJAR BERANI MENCOBA


by : Mathilda Soleh

Siang itu, anakku Lito masuk rumah dengan muka bersuka cita, "Mama, aku heran kenapa ucapan mama tadi malam jadi kenyataan ya? ". Saya tanya balik, "Maksud kakak bagaimana ? ". Lalu lito menjawab, "Aku terpilih jadi ketua kelas. Padahal baru tadi malam mama bilang. Aku jadi heran kenapa ucapan mama bisa terjadi". Lalu saya bilang, "Lito, ucapan mama yang baik artinya doa buat segala kebaikanmu".

Flashback, sehari sebelumnya :

Mama : "Lito, sudah pemilihan ketua kelas ?"
Lito : "Belum. Kenapa ? "
Mama: "Kalau sudah ada, kamu belajar mencalonkan diri".
Lito : "Mana mungkin, ma. Soalnya ibu guru nunjuk langsung kayak waktu kelas 1, bukan mengajukan".
Mama : "Justru itu yang tidak tepat karena itu bukan demokratis artinya. (mungkin) karena kemaren baru kelas 1, jadi gurumu langsung saja menunjuk. Tetapi segala sesuatu, kita bisa mencalonkan diri, dan itu yang terbaik."
Lito : "Jadi aku bisa calonkan diri dikelas 2 ini, ma?"
Mama : "Sangat bisa! Semua pemimpin, entah itu presiden atau gubernur, mereka mencalonkan diri atau dicalonkan. Lalu baru masyarakat yg memilih mana yang mereka suka. Suatu saat, kamu juga akan jadi pemimpin. Kalau kamu tidak berani melatih mental kamu untuk menjadi pemimpin, selamanya kamu akan takut. Jangan pernah takut untuk memulai apapun. Coba, semua dicoba. Apabila kamu gagal, setidaknya kamu tidak akan menyesal karena kamu sudah mencobanya. Mama berdoa dan mendukung apapun yang kamu anggap baik, nak"
Lito : .... (lalu dia terdiam)


-end-


Akhirnya siang itu dia bercerita bahwa dari tiap baris, gurunya meminta 2 calon. Totalnya 8 calon. Lito menunjuk tangan. Dia berkata, "Aku ingat pesan mama tadi malam kalau aku harus berani mencoba, kalau aku tidak berani, aku ga akan pernah tahu rasanya mencoba. Akhirnya aku memberanikan diri, mama dan aku terpilih yang paling banyak sama teman temanku". Good job anakku. Segala sesuatu dimulai dari kata "Berani Mencoba". Belajar untuk segala sesuatu yang lebih challenge bagi hidup kita, tidak akan pernah sia sia. Kami mendidik anak anak dengan menumbuhkan rasa optimis dan sportif pada diri mereka, meng-encourage mereka dengan segala hal-hal positif dalam hidupnya.


Semoga ini awal dari tumbuhnya rasa leadership mu, dan jadilah pemimpin yang mengayomi, kelak.

Note : wrote on August 4, 2015
Class room (Andi-Math's collection pics)

(cerita) JAGA JARAK = JAGA HATI


by : Mathilda Soleh

"Kenapa selalu ada orang buruk disekitar kita, jawabannya cuma 1. Agar kita yang baik ini selalu terlihat baik".

Dulu saya selalu berkutat dengan 1 kalimat dipikiran saya, "selalu ada saja orang jahat, berhati busuk, senang menfitnah, ghibah, senang menyakiti hati orang lain, suka menusuk dari belakang dan bermuka 2" . Terkadang tulus saja tidak pernah cukup untuk orang - orang seperti itu. Mereka serakah dan selalu memandang negatif pada setiap hal.  Pepatah Air Susu Dibalas Air Tuba itu, benar adanya. Meski saya bingung juga , "Air Tuba itu seperti apa ?".


Tidak perlu memaksakan orang lain untuk bisa menyukai kita, namun kita juga tidak perlu mengikuti apapun yang orang lain mau. Apa hak mereka memaksakan semua kemauanya ? Tidak ada. Mereka berhak menyakiti siapapun karena itu memang kesukaan mereka. Namun kita sebagai manusia baik, berkewajiban memaafkan mereka DAN berhak untuk tidak pernah melupakan apapun hal buruk yang telah dilakukannya. Ibarat piring yang sudah di pecahkan ke lantai, mungkin kita bisa mengambilnya lagi, meng-lem nya lagi hingga piring itu terbentuk lagi. Tetapi wujudnya tak pernah lagi sama. Akan terlihat bekas retakannya, tergaris garis sana sini.

Begitulah manusia, begitulah perilakunya. Dengan hati lapang dada, manusia bijak bisa memaafkan kesalahan orang lain. Namun sebagai manusia cerdas, bukan berarti melupakan semua yang telah dilakukannya.


Ibu saya yang berpesan, "maafkanlah orang - orang yang telah menyakiti hati kita. Jangan biarkan hati kita menjadi hitam seperti mereka yang telah menyakiti hati ini. Namun ingat, setelah itu jaga jaraklah dengan mereka. Jaga hatimu kembali. Tidak perlu membalas, karena bukan tugas kita membalas perilaku mereka yang telah jahat dan kejam. Ada Tuhan, Allah SWT yang Maha Melihat dari semua kedzoliman yang terjadi, DIA yang akan menghukumnya dan  mereka merasakan akibatnya. Dan jangan pula memusingkan orang - orang yang jelas - jelas tidak beriman."


Hmm, saya setuju sekali. Membiarkan hati kita tersakiti (lagi) setelah memaafkan mereka, itu seperti keledai. Tidak perlu menjadi keledai untuk orang orang berjiwa sehat dan berpikir waras. Cukup mereka saja yang menjadi keledai karena tidak pernah dan tidak mau belajar dari kesalahannya.


Semakin tinggi pohon semakin tinggi juga angin yang meniupnya. Jangan bersedih, justru harus bersenang, karena tandanya kita ini adalah figur yang mereka idolakan tanpa mereka sadari, karena setiap saat mereka selalu memikirkan kita. Tetapi kita, tidak perlu memikirkan mereka lagi. Kalau perlu selamanya. Just remove negative people from our life. Aura negatif selamanya akan menjadi negatif selama tidak ada keinginan untuk menuju aura positif. 


Itu benar sekali lagi.... Ah, jadi tetaplah menjadi pribadi yang baik, pribadi dengan pikiran positif dan jiwa yang sehat. Jadi, jaga jarak dengan orang - orang yang memang "tidak penting", itu mutlak.

 
(Extramadness.com collection pic)

Senin, 23 November 2015

(cognitionis) POLIGAMI dan PEMBODOHAN GENDER !

Ini ada sedikit artikel untuk memperkaya khazanah kita :

Benarkah Poligami Sunah..?

Oleh Faqihuddin Abdul Kodir Kliping | 13/05/2003 Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogamy dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun.  Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidupbeliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan "poligami itu sunah".

UNGKAPAN "poligami itu sunah" sering digunakan sebagai pembenaran poligami. Namun, berlindung pada pernyataan itu, sebenarnya bentuk lain dari pengalihan tanggung jawab atas tuntutan untuk berlaku adil karena pada kenyataannya, sebagaimana ditegaskan Al Quran, berlaku adil sangat sulit dilakukan (An-Nisa: 129). DALIL "poligami adalah sunah" biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.

Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar Mesir-lebih memilih memperketat. Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syar'i dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287). Anehnya, ayat tersebut bagi kalangan yang propoligami dipelintir menjadi "hak penuh" laki-laki untuk berpoligami. Dalih mereka, perbuatan itu untuk mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Menjadi menggelikan ketika praktik poligami bahkan dipakai sebagai tolok ukur keislaman seseorang: semakin aktif berpoligami dianggap semakin baik poisisi keagamaannya. Atau, semakin bersabar seorang istri menerima permaduan, semakin baik kualitas imannya. Slogan-slogan yang sering dimunculkan misalnya, "poligami membawa berkah", atau "poligami itu indah", dan yang lebih populer adalah "poligami itu sunah".

Dalam definisi fikih, sunah berarti tindakan yang baik untuk dilakukan. Umumnya mengacu kepada perilaku Nabi. Namun, amalan poligami, yang dinisbatkan kepada Nabi, ini jelas sangat distorsif. Alasannya, jika memang dianggap sunah, mengapa Nabi tidak melakukannya sejak pertama kali berumah tangga? Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogamy dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan "poligami itu sunah".

Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafi'i (w. 204 H), adalah penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Dengan menelusuri kitab Jami' al-Ushul (kompilasi dari enam kitab hadis ternama) karya Imam Ibn al-Atsir (544-606H), kita dapat menemukan bukti bahwa poligami Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan social saat itu, ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi.

Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial bisa dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan perkawinan-perkawin an Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA. Selain itu, sebagai rekaman sejarah jurisprudensi Islam, ungkapan "poligami itu sunah" juga merupakan reduksi yang sangat besar. Nikah saja, menurut fikih, memiliki berbagai predikat hukum, tergantung kondisi calon suami, calon istri, atau kondisi masyarakatnya. Nikah bisa wajib, sunah, mubah (boleh), atau sekadar diizinkan. Bahkan, Imam al-Alusi dalam tafsirnya, R�h al-Ma'�ni, menyatakan, nikah bisa diharamkan ketika calon suami tahu dirinya tidak akan bisa memenuhi hak-hak istri, apalagi sampai menyakiti dan mencelakakannya. Demikian halnya dengan poligami. Karena itu, Muhammad Abduh dengan melihat kondisi Mesir saat itu, lebih memilih mengharamkan poligami.

Nabi dan larangan poligami

Dalam kitab Ibn al-Atsir, poligami yang dilakukan Nabi adalah upaya transformasi sosial (lihat pada J�mi' al-Ush�l, juz XII, 108-179). Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi merupakan strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka. Sebaliknya, yang dilakukan Nabi adalah membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam berpoligami. Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan dan menyisakan hanya empat. Itulah yang dilakukan Nabi kepada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi RA, Wahb al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali.

Pada banyak kesempatan, Nabi justru lebih banyak menekankan prinsip keadilan berpoligami. Dalam sebuah ungkapan dinyatakan: "Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus" (J�mi' al-Ush�l, juz XII, 168, nomor hadis: 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi SAW menekankan pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan istri. Teks-teks hadis poligami sebenarnya mengarah kepada kritik, pelurusan, dan pengembalian pada prinsip keadilan. Dari sudut ini, pernyataan "poligami itu sunah" sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan Nabi. Apalagi dengan melihat pernyataan dan sikap Nabi yang sangat tegas menolak poligami Ali bin Abi Thalib RA. Anehnya, teks hadis ini jarang dimunculkan kalangan propoligami. Padahal, teks ini diriwayatkan para ulama hadis terkemuka: Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan Ibn Majah.

Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga." (J�mi' al-Ush�l, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).

Sama dengan Nabi yang berbicara tentang Fathimah, hampir setiap orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu. Seperti dikatakan Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya. Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka bisa dipastikan yang sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami karena itu yang tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib RA sendiri tetap bermonogami sampai Fathimah RA wafat.

Poligami tak butuh dukungan teks

Sebenarnya, praktik poligami bukanlah persoalan teks, berkah, apalagi sunah, melainkan persoalan budaya. Dalam pemahaman budaya, praktik poligami dapat dilihat dari tingkatan sosial yang berbeda. Bagi kalangan miskin atau petani dalam tradisi agraris, poligami dianggap sebagai strategi pertahanan hidup untuk penghematan pengelolaan sumber daya. Tanpa susah payah, lewat poligami akan diperoleh tenaga kerja ganda tanpa upah. Kultur ini dibawa migrasi ke kota meskipun stuktur masyarakat telah berubah. Sementara untuk kalangan priayi, poligami tak lain dari bentuk pembendamatian perempuan. Ia disepadankan dengan harta dan takhta yang berguna untuk mendukung penyempurnaan derajat sosial lelaki.
Dari cara pandang budaya memang menjadi jelas bahwa poligami merupakan proses dehumanisasi perempuan. Mengambil pandangan ahli pendidikan Freire, dehumanisasi dalam konteks poligami terlihat mana kala perempuan yang dipoligami mengalami self-depreciation. Mereka membenarkan, bahkan bersetuju dengan tindakan poligami meskipun mengalami penderitaan lahir batin luar biasa. Tak sedikit di antara mereka yang menganggap penderitaan itu adalah pengorbanan yang sudah sepatutnya dijalani, atau poligami itu terjadikarena kesalahannya sendiri.

Dalam kerangka demografi, para pelaku poligami kerap mengemukakan argumen statistik. Bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah kerja bakti untuk menutupi kesenjangan jumlah penduduk yang tidak seimbang antara lelaki dan perempuan. Tentu saja argumen ini malah menjadi bahan tertawaan. Sebab, secara statistik, meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun. Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi. (Sensus DKI dan Nasional tahun 2000; terima kasih kepada lembaga penelitian IHS yang telah memasok data ini). Namun, jika argumen agama akan digunakan, maka sebagaimana prinsip yang dikandung dari  teks-teks keagamaan itu, dasar poligami seharusnya dilihat sebagai jalan darurat. Dalam kaidah fikih, kedaruratan memang diperkenankan. Ini sama halnya dengan memakan bangkai; suatu tindakan yang dibenarkan manakala tidak ada yang lain yang bisa dimakan kecuali bangkai.

Dalam karakter fikih Islam, sebenarnya pilihan monogami atau poligami dianggap persoalan parsial. Predikat hukumnya akan mengikuti kondisi ruang dan waktu. Perilaku Nabi sendiri menunjukkan betapa persoalan ini bisa berbeda dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lain. Karena itu, pilihan monogami-poligami bukanlah sesuatu yang prinsip. Yang prinsip adalah keharusan untuk selalu merujuk pada prinsip-prinsip dasar syariah, yaitu keadilan, membawa kemaslahatan dan tidak mendatangkan mudarat atau kerusakan (mafsadah). Dan, manakala diterapkan, maka untuk mengidentifikasi nilai-nilai prinsipal dalam kaitannya dengan praktik poligami ini, semestinya perempuan diletakkan sebagai subyek penentu keadilan. Ini prinsip karena merekalah yang secara langsung menerima akibat poligami. Dan, untuk pengujian nilai-nilai ini haruslah dilakukan secara empiris, interdisipliner, dan obyektif dengan melihat efek poligami dalam realitas social masyarakat.

Dan, ketika ukuran itu diterapkan, sebagaimaan disaksikan Muhammad Abduh, ternyata yang terjadi lebih banyak menghasilkan keburukan daripada kebaikan. Karena itulah Abduh kemudian meminta pelarangan poligami. Dalam konteks ini, Abduh menyitir teks hadis Nabi SAW: "Tidak dibenarkan segala bentuk kerusakan (dharar) terhadap diri atau orang lain." (J�mi'a al-Ush�l, VII, 412, nomor hadis: 4926). Ungkapan ini tentu lebih prinsip dari pernyataan "poligami itu sunah". []

Source : Kompas, 13 Mei 2003 URL= http://www.kompas. com/kesehatan/ news/0305/ 13/061353. html

Bangkok, Thailand (Andi-Math's collection pics)


(inspirasi) MENGENAL MALAIKAT MAUT

Dalam hadist disebutkan ketika Allah menciptakan Malaikat Maut maka beberapa makhluk ditutup dengan satu juta hijab (tutup), sedangkan besarnya hijab tsb melebihi besarnya beberapa langit dan beberapa bumi. Sehingga apabila dituangkan seluruh air di lautan dan sungai keatas kepalanya maka tidak akan jatuh setetes pun. Bumi bagian barat dan timur berada diantara kedua tangannya seperti sebuah meja hidangan dihadapan seseorang,lalu hidangan itu digenggam dan dimakan dengan sesuka hatinya.Begitulah gambaran Malaikat Maut dalam membolak balikkan dunia.
 
Malaikat Maut memiliki 70.000 rantai dan pada setiap rantai panjangnya sepanjang 1000 tahun perjalanan. Para malaikat yang lain tidak mengetahui keberadaan Malaikat Maut ini,tidak mendengar suaranya,tidak mengetahui keadaannya dan tidak mengetahui kemana dan waktu dia pergi. Diciptakannya Malaikat Maut ini oleh Allah SWT adalah untuk memegang mati ( maut). Setelah Malaikat Maut ini diciptakan dan diberi tugas mencabut nyawa,ia bertanya “ Ya Tuhanku,apakah gerangan maut itu?”.Maka Allah Ta’ala memerintahkan hijab yang masih menutupi maut itu supaya terbuka,dan selanjutnya tahulah Malaikat Maut akan kematian.Kemudian Allah berfirman kepada sekalian malaikat “ mendekatlah kamu semua dan lihatlah Malaikat Maut ini!”. Setelah semua malaikat mendekat,Allah berfirman kepada Malaikat Maut “terbanglah diatas mereka,dan bentangkanlah seluruh sayapmu serta bukalah semua matamu!!”Ketika Malaikat Maut menuruti semua perintah Allah ta’ala,semua malaikat pun tersungkur dan pingsan selama 1000 tahun.
 
Ketika para malaikat telah siuman kembali,mereka bertanya kepada Allah “ ya tuhan kami,mengapa engkau menciptakan makhluk sebesar ini?”.Allah berfirman “ Aku yang menciptakannya dan Aku lebih besar darinya!!,seluruh makhluk akan merasakannya !”. Kemudian Allah melanjutkan firmannya “ Ya Izrail,cabutan nyawa ( maut) telah aku pasrahkan kepadamu untuk mencabutnya!” Izrail bertanya “Ya tuhanku,dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa karena sesungguhnya maut itu lebih besar daripada aku?”. Kemudian Allah pun memberi kekuatan pada Izrail untuk menggenggam maut ini,maka digenggamnya lah maut tersebut ditangannya, dan kemudian maut itu berkata “ Ya Tuhanku,izinkanlah aku untuk memanggil sekali saja seluruh langit !!” Allah pun mengizinkannya. Kemudian maut itu memanggil seluruh langit dan isinya dengan suara yang keras “ Aku adalah maut ! yang memisahkan tiap tiap kekasih, Aku adalah maut ! yang memisahkan suami istri, Aku adalah maut ! yang memisahkan anak dengan ibunya, Aku adalah maut ! yang memisahkan saudara laki laki dengan saudara perempuannya, Aku adalah maut ! yang meramaikan kubur!!Meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat,aku akan memburumu dan menemukanmu. Tidak ada seorang makhluk pun yang hidup,kecuali akan merasakan aku!”
 
Untuk mencabut nyawa orang kafir dan orang munafik,Malaikat Maut datang dalam bentuk yang sangat menyeramkan. Kemudian jiwa orang kafir itu bertanya,”Siapa engkau dan apa yang engkau kehendaki?”,Jawab Malaikat Maut “ Aku adalah Malaikat Maut yang akan mengeluarkan engkau dari dunia,menjadikan anakmu yatim,menjadikan istrimu janda,dan hartamu menjadi warisan bagi ahli warismu.Kamu tidak mendahulukan kebaikan untuk dirimu dan kebaikan atas akhiratmu,maka pada hari ini aku datang untuk mencabut nyawamu!”
 
Ketika orang kafir tersebut mendengar jawaban Malaikat Maut tadi,lalu ia berpaling kea rah dinding.Tetapi tampak olehnya Malaikat Maut sudah berada dihadapannya. Lalu dipalingkannya wajahnya kearah lain,namun wajah Malaikat Maut tsb kembali sudah berada dihadapannya. Berkatalah Malaikat Maut “Apakah kamu tidak mengetahui aku?aku adalah Izrail yang mencabut nyawa kedua orangtuamu.Engkau hidup bersama mereka namun keberadaanmu tidak memberi manfaat kepada mereka.Pada hari ini aku akan mencabut nyawamu,sehingga bisa dilihat oleh anak anakmu,kerabat mu,teman teman mu,agar dapat menjadi pelajaran buat mereka. Dalam Al Qur’an Allah berfirman : “Yaitu dihari harta dan anak anak laki laki tidak berguna.Kecuali orang orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (QS Asy Syuaraa 88-89). Maka dicabutlah nyawa orang yang durhaka tersebut dengan sangat keras.Semua amalannya di dunia senantiasa dipantau dan ditulis dalam suatu kitab. “Sekali kali jangan curang,karena sesungguhnya kitab orang orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin”. (QS Al Muthaffifin ;7)

Source : Personal group milis

Dubai Marina, UAE (Andi-Math's collection pics)

Kamis, 19 November 2015

(inspirasi) 12 PELUKAN SEHARI, DIJAMIN TIDAK SAKIT-SAKITAN LAGI

"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.
Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Transformasi Rasa Nyaman
 
Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata," pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda.
Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi."
Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang.
Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian.Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan.

Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.

Jadi tunggu apa lagi… ???  12 Pelukan Sehari, Dijamin Tak Sakit-Sakitan Lagi"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, terapis keluarga. Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat. 
Pelukan Damai

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram. Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai. Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan. 
Anak Tumbuh Sehat

"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India . Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang. Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengananak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk. Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat. Transformasi Rasa Nyaman Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata," pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.

Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi." Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang.Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian.Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik.Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembukan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien.Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta. Jadi tunggu apa lagi… ???

Source : Personal group milis

on boat, heading to Princess Island (Andi-Math's collection pics)

(inspirasi) RAJA DENGAN 4 ISTRI

Dahulu kala...
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.

Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang
isteri...

Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ke duakarena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.

Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, 'Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri'.

Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, 'Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?'

'Tidak akan!' balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.

Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, 'Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?'

'Tidak!' sahut sang isteri. 'Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!'
Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.

Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, 'Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?'

'Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!'
jawab isteri keduanya. 'Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu.'

Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.
Tiba-tiba, sebuah suara berkata:

'Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.' Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, 'Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!'
Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai '4 isteri' dalam hidup kita....

'Isteri keempat' kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.
Kemudian 'Isteri ketiga' kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan 'isteri kedua' kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke
pemakaman.

Dan akhirnya 'isteri pertama' kita adalah jiwa, roh, iman kita, yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.

Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang ! Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.

Let it Shine!

Source : Pesonal group milis

Two Continent, Turki (Andi-Math's collection pics)



(poem) SAAT AKU KAN MATI

by : Mathilda Soleh


Badanku gemetar sudah
Napas ini terasa berat dan sakit
Kakiku terasa dingin dan nyaris beku
Tangan mulai tak bergerak

Tapi hatiku tetap berbicara
Mulut ini tiada jeda bergerak
Hanya nama Mu, tersebut

Bergerak perlahan – lahan
Memori masa lalu dikelabut
Aku sudah melakukan dosa
Tapi apakah Tuhan akan mengampuninku
Aku pernah menyakiti hati ibu dan ayahku
Apakah mereka telah memaafkan aku….

Ah… malaikat maut datang sudah
Menghampiriku
Mengucapkan salam padaku

Dunia ini begitu semu
Ternyata hanya sejengkal usia
Berhimpit dengan tanah
Sendiri saja dalam kubur
Ragaku akan habis oleh cacing cacing itu
Tanpa seorang kawan


Seandainya saja aku tahu
Bilamana saat ini telah tiba
Mungkin aku akan menjadi manusia
Yang semakin mensyukuri nikmat Tuhan
Yang semakin taat bagi Nya

Saatku telah tiba
Aku menanti kepulanganku
Sesaat lagi

Ya Allah
Aku datang kepada Mu….


Wrote on August 27, 2009

Museum of Islamic Art, Doha Qatar (Andi-Math's collection pics)

(song) BERTAHAN

by RAMA

Lihat Aku Disini
Kau Lukai Hati dan Perasaan Ini
Tapi Entah Mengapa
Aku Bisa Memberikan Maaf Pada Mu

Mungkin Karena .. Cinta ..
Pada Mu Tulus Dari Dasar Hatiku

Mungkin Karena Aku
Berharap
Kau Dapat Mengerti Cintaku

Lihat Aku Disini
Bertahan
Walau Kau Selalu Menyakiti

Hingga Air Mataku
Tak Dapat Meneteskan
Abis Terurai

Mungkin Karena Cinta
Pada Mu
Tulus Dari Dasar Hatiku

Mungkin Karena Aku
Berharap Kau Dapat Mengerti Cintaku
Meski Kau Terus Sakiti Aku
Cinta Ini Akan Selalu Memaafkan

Dan Aku Percaya Nanti Engkau
Dapat Mengerti
Bila Cintaku Takkan Mati



-Sending From Someone Who Was Loved Me, Thank You-

Wrote on Januari, 2007 @ 10.23 pm  

Old City Sultan Ahmed, Turkey (Andi-Math's collection pics)
 

Selasa, 17 November 2015

(poem) MENUNGGU

by Mathilda Soleh

Aku berdiri hanya diam saja disini
Aku tak mampu untuk melangkah
Meski jemari kakiku ingin sekali
Untuk melangkah bebas

Aku terdiam terpaku saja dalam sunyi
Aku tak sanggup lagi mengejarmu
Meski aku ingin terbang melayang jauh
Hilang dalam rimbunan awan

Aku hanya dapat menatap
Menatap dalam sepi dan menunggu
Ketika kau akan kembali, disini
Untuk dapat kamu sandarkan kembali
Bersandar padaku....

medio senja, wrote on November 17, 2015

Istanbul, Turki (Andi-Math's collection pics)