Laman

Kamis, 26 November 2015

(cerita) BELAJAR BERANI MENCOBA


by : Mathilda Soleh

Siang itu, anakku Lito masuk rumah dengan muka bersuka cita, "Mama, aku heran kenapa ucapan mama tadi malam jadi kenyataan ya? ". Saya tanya balik, "Maksud kakak bagaimana ? ". Lalu lito menjawab, "Aku terpilih jadi ketua kelas. Padahal baru tadi malam mama bilang. Aku jadi heran kenapa ucapan mama bisa terjadi". Lalu saya bilang, "Lito, ucapan mama yang baik artinya doa buat segala kebaikanmu".

Flashback, sehari sebelumnya :

Mama : "Lito, sudah pemilihan ketua kelas ?"
Lito : "Belum. Kenapa ? "
Mama: "Kalau sudah ada, kamu belajar mencalonkan diri".
Lito : "Mana mungkin, ma. Soalnya ibu guru nunjuk langsung kayak waktu kelas 1, bukan mengajukan".
Mama : "Justru itu yang tidak tepat karena itu bukan demokratis artinya. (mungkin) karena kemaren baru kelas 1, jadi gurumu langsung saja menunjuk. Tetapi segala sesuatu, kita bisa mencalonkan diri, dan itu yang terbaik."
Lito : "Jadi aku bisa calonkan diri dikelas 2 ini, ma?"
Mama : "Sangat bisa! Semua pemimpin, entah itu presiden atau gubernur, mereka mencalonkan diri atau dicalonkan. Lalu baru masyarakat yg memilih mana yang mereka suka. Suatu saat, kamu juga akan jadi pemimpin. Kalau kamu tidak berani melatih mental kamu untuk menjadi pemimpin, selamanya kamu akan takut. Jangan pernah takut untuk memulai apapun. Coba, semua dicoba. Apabila kamu gagal, setidaknya kamu tidak akan menyesal karena kamu sudah mencobanya. Mama berdoa dan mendukung apapun yang kamu anggap baik, nak"
Lito : .... (lalu dia terdiam)


-end-


Akhirnya siang itu dia bercerita bahwa dari tiap baris, gurunya meminta 2 calon. Totalnya 8 calon. Lito menunjuk tangan. Dia berkata, "Aku ingat pesan mama tadi malam kalau aku harus berani mencoba, kalau aku tidak berani, aku ga akan pernah tahu rasanya mencoba. Akhirnya aku memberanikan diri, mama dan aku terpilih yang paling banyak sama teman temanku". Good job anakku. Segala sesuatu dimulai dari kata "Berani Mencoba". Belajar untuk segala sesuatu yang lebih challenge bagi hidup kita, tidak akan pernah sia sia. Kami mendidik anak anak dengan menumbuhkan rasa optimis dan sportif pada diri mereka, meng-encourage mereka dengan segala hal-hal positif dalam hidupnya.


Semoga ini awal dari tumbuhnya rasa leadership mu, dan jadilah pemimpin yang mengayomi, kelak.

Note : wrote on August 4, 2015
Class room (Andi-Math's collection pics)

Tidak ada komentar: