Note : Berikut adalah salah satu tulisan rekan sejawat saya yang saya yakin pasti dapat memberikan good impact bagi yang membacanya. Nice kajian, edo.
----------------------------
Oleh: Iredho Fani Reza, S.Psi.I, MA.Si
Dalam pembahasan artikel kali ini, penulis akan mengangkat beberapa psikoterapi religius dalam mengatasi stres. Menurut Ramayulis agama (Islam) merupakan a total way of life, tidak ada satu ruang pun dalam kehidupan manusia yang tidak dijamah oleh ajaran agama (Islam) (Ramayulis, 227:2009). Lebih lanjut, menurut Dadang Hawari seorang dokter dan psikiater mengatakan, perkembangan terapi di dunia kedokteran sudah berkembang ke arah pendekatan keagamaan (psikoreligius). Dari pelbagai penelitian yang telah dilakukan ternyata tingkat keimanan seseorang erat hubunganya dengan kekebalan dan daya tahan dalam menghadapi berbagai problem kehidupan yang merupakan stressor psikososial (Dadang Hawari, 139:2001). Dalam pembahasan psikoterapi religius pertama, akan diuraikan terapi melalui shalat dalam mengatasi stres.
Shalat merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan setiap umat Islam. Hal ini, dikarenakan ibadah shalat yang membedakan umat Islam dengan umat lainnya. Dalam hal ini perintah untuk melaksanakan shalat terdapat dalam QS. al-Baqarah ayat 110: Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Menurut Kurniawan (Kurniawan, :7-82012), apabila kita meneliti hikmah shalat dalam al-Qur’an, kita akan menemukan sekurang-kurangnya tiga pengaruh positif yang bisa diperoleh dari salat, sebagai berikut :
Salat dapat mendatangkan ketenraman jiwa dan ketenangan batin karena merupakan zikir kepada Allah. Dalam firman Allah Swt QS. Tha-Ha ayat 14, “sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku”. Adapun memperbanyak zikir kepada Allah Swt akan menjadikan hati merasa tentram. Dalam firman Allah QS. al-Ra’d ayat 28, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, hanya dengan mengingat allah hati menjadi tenteram”.
- Salat dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Dalam firman Allah Swt QS. al-Ankabut ayat 45, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu alkitab (al-Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaanya dari ibadat-ibadat yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
- Salat dapat mencegah seseorang dari sifat kikir dan keluh kesah. Dalam firman Allah Swt QS. al-Ma’arij ayat 19-22, “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat”.
Referensi :
Ancok, Djamaludin dan Fuad Nashori Suroso. Psikologi Islami; Solusi Islam atas Probem-Problem Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Cetakan VIII, 2011.
Hawari, Dadang. Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi, Jakarta, Balai Penerbit FKUI, 2001.
Kurniawan, Irwan. Rahasia dan Hikmah Shalat 5 Waktu yang Bermakna. Bandung: Marja, 2012.
Ramayulis. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia, 2002.
Source : http://www.psychoshare.com/file-1045/psikologi-klinis/terapi-melalui-shalat-agama-sebagai-solusi-mengatasi-stres-ditinjau-dalam-perspektif-psikologi-islam-part-1.html
![]() |
| CherryBellO girls (Andi-Math's collection pics) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar