Tapi saya belum cerita mengapa lito harus berpisah dengan saya. Ini karena dia sedang berlibur dengan ayahnya ke Jakarta. Mengantarkan umi kami pulang kembali ke Indonesia setelah 6 bulan menemani kami dan membawa ibu saya untuk datang ke Qatar. Lalu kenapa saya tidak ikut ? Jawabannya karena saya baru 6 bulan bekerja. Mungkin bisa saja saya mengajukan cuti, tapi rasanya tidak enak. Sedangkan masih banyak hal lain yang masih perlu saya pelajari dan memang tidak emergency pula.
Kembali ke lito, hampir setiap hari saya telepon. Tapi dia jadi "sombong". Tidak mau bicara dengan saya karena banyak keluarganya di Jakarta. Tak apalah, mendengar dia sedang merajuk dan teriak - teriak dari seberang telepon sana, sudah membuat saya bahagia. Nyatanya menjadi seorang ibu adalah hal yang paling membahagiakan di dunia ini. Bahkan nyawa inipun rela buat kebahagiaannya. Hampir semua ibu pasti merasakan yang sama. Lalu kenapa saya katakan hanya hampir semua ibu ? karena jawabannya, ada sebagian kecil ibu yang berlaku kasar dan nyaris kejam dengan anak kandungnya sendiri.
Satu hal yang timbul dipikiran saya, sungguh kejam orang - orang yang tega memisahkan anak dari ibunya. Bukan saja sang ibu yang tersiksa tapi anaknya pun sakit hatinya. Saya tak ingin berpisah dari lito. Meski harus saya sadari suatu saat lito pasti akan meninggalkan saya. Dia akan pergi kuliah lalu bekerja dan menikah dengan wanita pilihannya. Saat dimana saya akan merasa berat tapi pasti saya akan bahagia.
Lito, mama sayang sekali denganmu. Meski kita suka rebutan laptop, suka berteriak - teriak, meminta gendong, merengek, berantaki rumah, menganggu mama ketika tidur dan semua hal yang mama tak suka lito lakukan, tapi lito tetap segalanya buat mama, melebihi cinta mama ke papa. Jangan pernah lupakan itu, nak.....
February 1, 2011
Ketika malam, 21.54, saat mulai menghitung hari ketika lito akan kembali lagi ke sini
@ al-mansoura, doha
![]() |
| He was 3 y.o (Andi-Math's collection pics) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar