by : Mathilda Soleh
Aku Membencimu
Suaramu Menusuk Jantungku
Aku Membencimu
Senyummu Bagai Kerikil Tajam
Berhentilah Berbicara
Berhentilah Tertawa
Berhentilah Menyapa
Aku Bukan Seperti Lain
Yang Peduli Dengan Keceriaanmu
Senyummu Membuat Hatiku Tersiksa
Jangan Menegurku
Bahkan Menyetuhku
Karena Aku Membencimu
Kau, Yang Kejam
Tidakkah Dapat Memahami Kekecewaan Ini
Pergilah Meski Untuk Waktu Yang Panjang
Mencintaimu
Aku Tahu,
Hanya Demi Sebuah Keegoisan Diri
Hingga Asa Ini Terputus
Aku Membencimu
Kehadiranmu Saat Yang Salah
Hadir Dengan Seribu Kebencian
Pergilah Dari Pandangan
Karena,
Kau Telah Hampa
Note : Wrote November 11, 2006
Aku Membencimu
Suaramu Menusuk Jantungku
Aku Membencimu
Senyummu Bagai Kerikil Tajam
Berhentilah Berbicara
Berhentilah Tertawa
Berhentilah Menyapa
Aku Bukan Seperti Lain
Yang Peduli Dengan Keceriaanmu
Senyummu Membuat Hatiku Tersiksa
Jangan Menegurku
Bahkan Menyetuhku
Karena Aku Membencimu
Kau, Yang Kejam
Tidakkah Dapat Memahami Kekecewaan Ini
Pergilah Meski Untuk Waktu Yang Panjang
Mencintaimu
Aku Tahu,
Hanya Demi Sebuah Keegoisan Diri
Hingga Asa Ini Terputus
Aku Membencimu
Kehadiranmu Saat Yang Salah
Hadir Dengan Seribu Kebencian
Pergilah Dari Pandangan
Karena,
Kau Telah Hampa
Note : Wrote November 11, 2006
![]() |
| Toys (Andi-Math's collection pics) |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar